<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1357627109081826193</id><updated>2011-04-22T10:06:33.798+07:00</updated><category term='Sdri. Merry'/><category term='Sdri. Anna'/><title type='text'>Kotbah GIA Jemursari Surabaya</title><subtitle type='html'>Blog yang berisi kotbah-kotbah yang disampaikan di GIA Jemursari Surabaya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kotbahgiajemursarisby.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1357627109081826193/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotbahgiajemursarisby.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kotbah GIA Jemursari Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09149493630621032642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1357627109081826193.post-784004318213493308</id><published>2008-11-04T21:21:00.003+07:00</published><updated>2008-11-04T21:28:47.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sdri. Anna'/><title type='text'>Ketekunan Dan Hikmat Allah (II Petrus 1:5-7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Oleh : Sdri Anna&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Tanggal : 26 Oktober 2008&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa karakter Allah, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketekunan :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Ayat 5 → Yang dimaksud dengan ketekunan adalah terus memandang Allah, berharap kepadaNya meskipun keadaan sulit. Kata menambahkan mengandung persediaan yang banyak sekali. Dalam Bahasa Yunani masa lalu menambahkan mengandung arti hati yang selalu murah hati.&lt;br /&gt;Kebajikan dalam ayat 5 berkaitan dengan ajaib dalam ayat 3 (virtue). Bagaimana kita bisa baik? Kita hanya dapat melakukannya kalau kita mengenal Kristus.&lt;br /&gt;Ayat 6 → Ketekunan dalam Bahasa Indonesia hanya diartikan giat, rajin, dalam Bahasa Yunani (&lt;em&gt;hyponome&lt;/em&gt;) berarti sanggup berpegang teguh mencapai tujuan walaupun ada pertentangan dan rintangan. Lihat Ibrani 12:1-3, Tuhan sanggup bertahan sampai di salib, meskipun murid-muridNya meninggalkan Dia. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah apa kita sanggup bertahan seperti Yesus?&lt;br /&gt;Contoh lain adalah Nabi Hosea, yang disuruh Tuhan untuk mengawini perempuan sundal (Gomer), lihat Hosea 1:2, sebenarnya kisah Hosea dengan Gomer ini menggambarkan hubungan Allah dengan Bangsa Israel, dimana Bangsa Israel adalah bangsa yang bebal/sulit diatur, jatuh berulang kali dalam dosa tapi Tuhan begitu mengasihi umatNya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sabar :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Tuhan begitu luar biasa integritasnya, Dia begitu tekun, Dia juga sabar (contoh lain bisa kita lihat dari kisah Nuh, Allah juga sabar menunggu 120 tahun sampai Tuhan mencurahkan hujan supaya orang-orang di sekitar Nuh supaya bertobat). Kalau kita melihat cerita Nuh, kita bisa melihat &lt;em&gt;ending-&lt;/em&gt;nya, ternyata tidak ada orang yang bertobat selain keluarga Nuh, keliatannya apa yang dilakukan Tuhan itu sia-sia, tapi Tuhan tidak menganggap itu sia-sia, Tuhan juga tahu kalau orang Israel yang melihat contoh Hosea dan Gomer tetap tidak akan bertobat dari dosanya, tapi Tuhan tetap mengasihi dengan sabar, tekun, mengapa Allah bisa tetap sabar dan tekun meskipun di dalam Kemahatahuan Allah, Dia pasti tahu apa yang akan terjadi? Tuhan tidak dapat mengingkari kesetiaanNya, kesabaranNya.&lt;br /&gt;Kesabaran dan ketekunan Allah itu bukan berarti Allah hilang kendali, Gomer dihukum atas kesalahannya, tapi Tuhan tetap mengasihinya (baca: Ibrani 13:5c).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Optimis :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Allah itu punya pengharapan. Meskipun dalam KemahatahuanNya, Dia tahu apa yang akan terjadi, tapi itu semua kembali kepada kita, apakah kita mau berharap kepada Tuhan kembali atau tidak?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Faithfull :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dalam Bahasa Indonesia diartikan setia, loyal; tapi dalam Bahasa Inggris diartikan bukan hanya setia tapi mempunyai iman yang diletakkan kepada seseorang yang dapat dipercayai (dalam hal ini seseorang yang dapat dipercayai adalah Allah sendiri). Kesetiaan dalam ayat 7, tetap setia dalam keadaan sesulit apapun (baca Yohanes 15:13). Coba lihat 1 Petrus 3:19-20.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1357627109081826193-784004318213493308?l=kotbahgiajemursarisby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1357627109081826193/posts/default/784004318213493308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1357627109081826193/posts/default/784004318213493308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotbahgiajemursarisby.blogspot.com/2008/11/ketekunan-dan-hikmat-allah-ii-petrus-15.html' title='Ketekunan Dan Hikmat Allah (II Petrus 1:5-7)'/><author><name>Kotbah GIA Jemursari Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09149493630621032642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1357627109081826193.post-3958893315697980688</id><published>2008-10-25T07:13:00.005+07:00</published><updated>2008-10-25T20:04:21.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sdri. Merry'/><title type='text'>Belajar Dari Kesalahan Bangsa Israel (Roma 9-11)</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Sdri Merry&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanggal : 12 Oktober 2008&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 kesalahan Bangsa Israel yang paling mendasar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bangsa Israel tidak dapat menjalankan misi Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam Roma 9:4-5, terdapat tujuan Allah memilih Bangsa Israel menjadi umatNya dan memberikan hak-hak istimewa kepada Bangsa Israel. Tapi tujuan yang paling mendasar adalah supaya Bangsa Israel dapat menjalankan misi Allah di tengah-tengah dunia ini yaitu memberitakan kabar baik bagi dunia dan menjadi berkat bagi dunia sebagaimana janji Allah kepada Abraham.&lt;br /&gt;Tetapi Bangsa Israel tidak dapat menjalankan misi itu. Bangsa Israel justru menolak Yesus Kristus Sang Mesias yang seharusnya menjadi dasar iman mereka.&lt;br /&gt;Hal ini sangat tragis, bukan karena kepercayaan mereka kepada Kristus yang menjadi alat misi Allah untuk menjangkau dunia, namun karena kesesatan mereka, bangsa-bangsa lain dipilih dan diselamatkan oleh Tuhan (Roma 9:25).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bangsa Israel melakukan kebenaran melalui usaha mereka sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Roma 9:31, Bangsa Israel mengejar hukum kebenaran, yang sesungguhnya Bangsa Israel sendiri tidak sampai kepada hukum kebenaran itu karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah (Roma 10:3), tetapi berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri → artinya: Bangsa Israel tidak memahami bahwa perjanjian Allah dengan mereka, dan kedudukan mereka sebagai umat Allah tidak berdasarkan perbuatan mereka dalam menjalankan perintah-perintah Tuhan melainkan berdasarkan kasih karunia.&lt;br /&gt;Bangsa Israel menganggap bahwa untuk dapat berhubungan dengan Allah hanya dapat diusahakan dengan berbuat baik dan keselamatan dapat diperoleh melalui ketaatan mereka akan hukum taurat. Akhirnya Bangsa Israel mengalami kesalehan yang palsu dan kesombongan rohani, dimana mereka menghina orang-orang kafir dan juga orang-orang Israel sendiri yang tidak mentaati hukum taurat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Sebagai orang percaya, kita tidak perlu menertawakan kebodohan Bangsa Israel atas kesalahan mereka, kita harus belajar dari ketaatan mereka karena ketaatan itu sangat penting. Namun bukan karena ketaatan dan perbuatan baik itu kita diselamatkan. Kita diselamatkan oleh Anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mengapa kita harus taat?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Karena kita adalah orang-orang yang kadangkala tersesat dan orang yang lamban untuk mengerti kehendak Allah. Ketika kita berjalan dalam ketaatan kepada Allah, disitulah kita dapat memiliki kecendrungan untuk mencintai kebenaran sehingga kita tidak goyah dalam pertandingan iman kita di tengah-tengah dunia yang sedang krisis ini.&lt;br /&gt;Seringkali orang bisa taat dalam kelakuan mereka tetapi tidak taat di dalam hati mereka. Tetapi Allah menginginkan kita bukan hanya taat dalam kelakuan tetapi juga harus taat di dalam hati yaitu percaya kepada Yesus Kristus. Hati adalah dasar dari ketaatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; kita harus menyadari bahwa kita adalah umat pilihan Allah yang mempunyai tugas untuk menjalankan misi Allah di tengah-tengah dunia (memberitakan Injil dan melalui hidup kita orang lain juga dapat mengenal Kristus sehingga mereka menjadi percaya dan diselamatkan) dan didalam menjalankan misi Allah itu kita harus memiliki ketaatan yang berdasarkan kepada Yesus Kristus.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1357627109081826193-3958893315697980688?l=kotbahgiajemursarisby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1357627109081826193/posts/default/3958893315697980688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1357627109081826193/posts/default/3958893315697980688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotbahgiajemursarisby.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-kesalahan-bangsa-israel.html' title='Belajar Dari Kesalahan Bangsa Israel (Roma 9-11)'/><author><name>Kotbah GIA Jemursari Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09149493630621032642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
