Ketekunan Dan Hikmat Allah (II Petrus 1:5-7)

Oleh : Sdri Anna
Tanggal : 26 Oktober 2008

Beberapa karakter Allah, yaitu :
  1. Ketekunan : Ayat 5 → Yang dimaksud dengan ketekunan adalah terus memandang Allah, berharap kepadaNya meskipun keadaan sulit. Kata menambahkan mengandung persediaan yang banyak sekali. Dalam Bahasa Yunani masa lalu menambahkan mengandung arti hati yang selalu murah hati.
    Kebajikan dalam ayat 5 berkaitan dengan ajaib dalam ayat 3 (virtue). Bagaimana kita bisa baik? Kita hanya dapat melakukannya kalau kita mengenal Kristus.
    Ayat 6 → Ketekunan dalam Bahasa Indonesia hanya diartikan giat, rajin, dalam Bahasa Yunani (hyponome) berarti sanggup berpegang teguh mencapai tujuan walaupun ada pertentangan dan rintangan. Lihat Ibrani 12:1-3, Tuhan sanggup bertahan sampai di salib, meskipun murid-muridNya meninggalkan Dia. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah apa kita sanggup bertahan seperti Yesus?
    Contoh lain adalah Nabi Hosea, yang disuruh Tuhan untuk mengawini perempuan sundal (Gomer), lihat Hosea 1:2, sebenarnya kisah Hosea dengan Gomer ini menggambarkan hubungan Allah dengan Bangsa Israel, dimana Bangsa Israel adalah bangsa yang bebal/sulit diatur, jatuh berulang kali dalam dosa tapi Tuhan begitu mengasihi umatNya.
  2. Sabar : Tuhan begitu luar biasa integritasnya, Dia begitu tekun, Dia juga sabar (contoh lain bisa kita lihat dari kisah Nuh, Allah juga sabar menunggu 120 tahun sampai Tuhan mencurahkan hujan supaya orang-orang di sekitar Nuh supaya bertobat). Kalau kita melihat cerita Nuh, kita bisa melihat ending-nya, ternyata tidak ada orang yang bertobat selain keluarga Nuh, keliatannya apa yang dilakukan Tuhan itu sia-sia, tapi Tuhan tidak menganggap itu sia-sia, Tuhan juga tahu kalau orang Israel yang melihat contoh Hosea dan Gomer tetap tidak akan bertobat dari dosanya, tapi Tuhan tetap mengasihi dengan sabar, tekun, mengapa Allah bisa tetap sabar dan tekun meskipun di dalam Kemahatahuan Allah, Dia pasti tahu apa yang akan terjadi? Tuhan tidak dapat mengingkari kesetiaanNya, kesabaranNya.
    Kesabaran dan ketekunan Allah itu bukan berarti Allah hilang kendali, Gomer dihukum atas kesalahannya, tapi Tuhan tetap mengasihinya (baca: Ibrani 13:5c).
  3. Optimis : Allah itu punya pengharapan. Meskipun dalam KemahatahuanNya, Dia tahu apa yang akan terjadi, tapi itu semua kembali kepada kita, apakah kita mau berharap kepada Tuhan kembali atau tidak?
  4. Faithfull : dalam Bahasa Indonesia diartikan setia, loyal; tapi dalam Bahasa Inggris diartikan bukan hanya setia tapi mempunyai iman yang diletakkan kepada seseorang yang dapat dipercayai (dalam hal ini seseorang yang dapat dipercayai adalah Allah sendiri). Kesetiaan dalam ayat 7, tetap setia dalam keadaan sesulit apapun (baca Yohanes 15:13). Coba lihat 1 Petrus 3:19-20.