Belajar Dari Kesalahan Bangsa Israel (Roma 9-11)

Oleh : Sdri Merry
Tanggal : 12 Oktober 2008



Ada 2 kesalahan Bangsa Israel yang paling mendasar, yaitu:

  1. Bangsa Israel tidak dapat menjalankan misi Allah.
    Dalam Roma 9:4-5, terdapat tujuan Allah memilih Bangsa Israel menjadi umatNya dan memberikan hak-hak istimewa kepada Bangsa Israel. Tapi tujuan yang paling mendasar adalah supaya Bangsa Israel dapat menjalankan misi Allah di tengah-tengah dunia ini yaitu memberitakan kabar baik bagi dunia dan menjadi berkat bagi dunia sebagaimana janji Allah kepada Abraham.
    Tetapi Bangsa Israel tidak dapat menjalankan misi itu. Bangsa Israel justru menolak Yesus Kristus Sang Mesias yang seharusnya menjadi dasar iman mereka.
    Hal ini sangat tragis, bukan karena kepercayaan mereka kepada Kristus yang menjadi alat misi Allah untuk menjangkau dunia, namun karena kesesatan mereka, bangsa-bangsa lain dipilih dan diselamatkan oleh Tuhan (Roma 9:25).
  2. Bangsa Israel melakukan kebenaran melalui usaha mereka sendiri.
    Roma 9:31, Bangsa Israel mengejar hukum kebenaran, yang sesungguhnya Bangsa Israel sendiri tidak sampai kepada hukum kebenaran itu karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah (Roma 10:3), tetapi berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri → artinya: Bangsa Israel tidak memahami bahwa perjanjian Allah dengan mereka, dan kedudukan mereka sebagai umat Allah tidak berdasarkan perbuatan mereka dalam menjalankan perintah-perintah Tuhan melainkan berdasarkan kasih karunia.
    Bangsa Israel menganggap bahwa untuk dapat berhubungan dengan Allah hanya dapat diusahakan dengan berbuat baik dan keselamatan dapat diperoleh melalui ketaatan mereka akan hukum taurat. Akhirnya Bangsa Israel mengalami kesalehan yang palsu dan kesombongan rohani, dimana mereka menghina orang-orang kafir dan juga orang-orang Israel sendiri yang tidak mentaati hukum taurat.

Sebagai orang percaya, kita tidak perlu menertawakan kebodohan Bangsa Israel atas kesalahan mereka, kita harus belajar dari ketaatan mereka karena ketaatan itu sangat penting. Namun bukan karena ketaatan dan perbuatan baik itu kita diselamatkan. Kita diselamatkan oleh Anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.

Mengapa kita harus taat? Karena kita adalah orang-orang yang kadangkala tersesat dan orang yang lamban untuk mengerti kehendak Allah. Ketika kita berjalan dalam ketaatan kepada Allah, disitulah kita dapat memiliki kecendrungan untuk mencintai kebenaran sehingga kita tidak goyah dalam pertandingan iman kita di tengah-tengah dunia yang sedang krisis ini.
Seringkali orang bisa taat dalam kelakuan mereka tetapi tidak taat di dalam hati mereka. Tetapi Allah menginginkan kita bukan hanya taat dalam kelakuan tetapi juga harus taat di dalam hati yaitu percaya kepada Yesus Kristus. Hati adalah dasar dari ketaatan kepada Allah.

Kesimpulan: kita harus menyadari bahwa kita adalah umat pilihan Allah yang mempunyai tugas untuk menjalankan misi Allah di tengah-tengah dunia (memberitakan Injil dan melalui hidup kita orang lain juga dapat mengenal Kristus sehingga mereka menjadi percaya dan diselamatkan) dan didalam menjalankan misi Allah itu kita harus memiliki ketaatan yang berdasarkan kepada Yesus Kristus.